Gandrung Banyuwangi berasal dari kata "gandrung", yang berarti 'tergila-gila' atau 'cinta habis-habisan' dalam bahasa Jawa. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas dan joged bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).
Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dan telah menjadi ciri khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika Banyuwangi selalu diidentikkan dengan gandrung. Kenyataannya, Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung dan patung penari gandrung dapat dijumpai di berbagai sudut wilayah Banyuwangi.
Di banyuwangi lahirlah seorang wanita bernama mesti ia lahir 5 Juli 1954 pada hari kamis wage ia terrlahir untuk menari gandrung seumur hidupnya sehingga orang-orang memanggil dia dengan sebutan gandrung temu wadaiyah.Menjadi penari gandrung sangatlah sulit,sulit dalam tarian,godaan dan dalam hidup.ia berceerai dua kali karena dipermainkan oleh laki-laki karena ia penari gandrung.Sampai ia mempunyai anak ia masih sebagai penari gandrung,sehingga ia tidak mau anaknya menjadi penari gandrung seperti dirinya
Gandrung adalah tari pergaulan yang mempunyai cirri khas di gerak iringan dan music iringan vokalnya menurut Soemitra Han.
Di dalam tari gandrung ada tiga tahapan dalam pertunjukan yaitu:
• jejer
• maju atau ngibing
• seblang subuh
Rabu, 06 Januari 2010
gandrung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar